Nahat

Hubungan antara gagal jantung, PPOK

Jika Anda menderita PPOK, mungkin sulit untuk mengatakan apakah Anda juga mengalami gagal jantung (HF). Ini karena kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang sama dan faktor risiko yang umum.

Bahkan untuk penyedia layanan kesehatan, bisa jadi sulit untuk mendiagnosis HF pada orang dengan COPD, dan sebaliknya. Jika Anda menderita PPOK, Anda juga berisiko tinggi terkena HF. Dan jika Anda memiliki kedua penyakit tersebut, sangat penting untuk mengikuti rencana perawatan Anda.

Sebab dan akibat

Ini membantu untuk mengetahui sedikit tentang bagaimana kedua penyakit itu terkait. Dengan HF, jantung tidak bisa memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan. Salah satunya adalah penyakit paru-paru parah, seperti PPOK. Bila paru-paru tidak berfungsi dengan baik, jantung harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen apa saja yang tersedia untuk tubuh. Seiring waktu, kerja ekstra ini bisa merusak dan melemahkan hati.

HF juga bisa disebabkan oleh jenis penyakit jantung dan pembuluh darah lainnya. Misalnya, tekanan darah tinggi memberi tekanan pada jantung dengan membuatnya memompa lebih keras untuk memindahkan darah ke seluruh tubuh. Saat timbunan lemak terbentuk di dalam arteri, pembuluh darah ini menyempit. Hal ini menyebabkan sedikit darah untuk mencapai otot jantung dan jantung harus bekerja lebih keras untuk mendorong darah menembus arteri sempit, sehingga menyebabkan kerusakan. Dan saat serangan jantung terjadi, bagian dari otot jantung mati. Hal ini membuat ketegangan pada otot jantung yang tersisa. Minum terlalu banyak alkohol dalam jangka waktu lama juga bisa merusak jantung.

Setelah HF berkembang, jantung yang melemah tidak dapat memompa darah dengan cukup cepat. Akibatnya, darah yang kembali ke jantung bisa kembali ke pembuluh darah. Bila ini terjadi di sekitar paru-paru, bisa menyebabkan sesak napas dan kelelahan. Gejala lainnya termasuk batuk yang tahan lama dan batuk lendir. Tentu saja, ini juga tanda COPD.

Dua-untuk-satu tip

Tidak mengherankan jika strategi manajemen yang sama seringkali baik untuk kedua penyakit ini:

  • Berhenti merokok, kalau belum. Merokok merupakan faktor risiko utama untuk HF dan COPD. Menendang kebiasaan adalah salah satu langkah paling penting yang dapat Anda lakukan untuk jantung dan paru-paru Anda.

  • Latihan seperti yang disarankan oleh penyedia layanan kesehatan Anda. Kegiatan seperti berjalan kaki dan mengendarai sepeda bisa membantu membangun kekuatan dan stamina.

  • Ikuti rencana pengobatan Anda dan minum obat Anda sesuai resep untuk membantu meringankan gejala COPD dan HF dan mencegahnya memburuk.

  • Didiklah dirimu. Semakin Anda tahu tentang penyakit ini, semakin siap Anda untuk mengatur gejala Anda.

  • Lacak berat badanmu Hubungi penyedia layanan kesehatan Anda jika Anda memiliki berat badan sekitar tiga kilogram atau lebih.

  • Laporkan kesulitan bernafas atau kelelahan pada petugas kesehatan Anda.