Nahat

Apa itu sindrom kelelahan kronis?

Apa itu sindrom kelelahan kronis?

Sindrom kelelahan kronis (CFS) adalah penyakit yang melemahkan yang ditandai dengan kelelahan yang dalam, terlepas dari istirahat di tempat tidur. Gejala CFS sebenarnya bisa memburuk dengan aktivitas fisik atau mental. CFS bisa terjadi tiba-tiba dan berlangsung bertahun-tahun. CFS mempengaruhi betina tiga sampai empat kali lebih banyak daripada laki-laki. Penyebab CFS belum diidentifikasi, juga tidak ada tes khusus yang tersedia untuk mendiagnosis penyakit ini.

CFS kadang disebut kelelahan kronis dan sindrom disfungsi kekebalan tubuh.

Apa saja gejala CFS?

Gejala CFS sering meniru flu. Berikut ini adalah gejala CFS yang paling umum. Namun, setiap individu mungkin mengalami gejala yang berbeda. Gejalanya bisa meliputi:

  • Photophobia (kepekaan mata terhadap cahaya)

  • Sakit kepala

  • Kelenjar getah bening yang lembut

  • Keletihan dan kelemahan

  • Sakit otot dan sendi

  • Ketidakmampuan berkonsentrasi

  • Insomnia

  • Kemampuan untuk mengingat onset pasti penyakit

  • Kelupaan

  • Mood berubah

  • Kebingungan

  • Demam ringan

  • Depresi

Gejala sindrom kelelahan kronis bisa menyerupai penyakit medis lainnya. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk diagnosis.

Bagaimana sindrom kelelahan kronis didiagnosis?

Diagnosis CFS tergantung pada dua kriteria:

  1. Tingkat keparahan dan durasi. Keletihan parah dan kronis berlangsung selama lebih dari enam bulan dan penyakit medis lainnya telah dikesampingkan.

  2. Jumlah gejala. Pasien memiliki empat atau lebih gejala CFS.

Pengobatan khusus untuk CFS belum terbukti efektif. Suplemen vitamin dan obat memiliki beberapa manfaat terapeutik untuk beberapa pasien CFS, namun banyak perawatan hanya mengurangi gejala CFS.

Bagaimana pengobatan ditentukan?

Pengobatan ditentukan oleh penyedia layanan kesehatan Anda dan berdasarkan pada:

  • Riwayat kesehatan dan kesehatan Anda secara keseluruhan

  • Luas penyakitnya

  • Toleransi Anda untuk pengobatan, prosedur, atau terapi tertentu

  • Harapan untuk jalannya penyakit

  • Pendapat atau preferensi anda

Pengobatan bisa meliputi:

  • Obat, termasuk antiinflamasi, antidepresan, dan lain-lain

  • Aktivitas fisik

  • Suplemen diet dan sediaan herbal

  • Psikoterapi dan konseling suportif

  • Suplemen vitamin B12