Nahat

Gangguan stres pasca-trauma (PTSD)

Apa itu gangguan stres pascatrauma?

Post-traumatic stress disorder (PTSD) adalah penyakit yang melemahkan yang sering mengikuti peristiwa fisik atau emosional yang mengerikan - menyebabkan orang yang selamat dari peristiwa tersebut memiliki pikiran dan ingatan yang terus-menerus, menakutkan, atau kilas balik, dari cobaan tersebut. Orang dengan PTSD sering merasa kronis, mati rasa secara emosional.

PTSD pertama kali mendapat perhatian publik oleh veteran perang dan pernah disebut sebagai "shock shell" atau " kelelahan pertempuran." Kemungkinan pengembangan PTSD bergantung pada tingkat keparahan dan durasi kejadian, serta kedekatan seseorang terhadap PTSD.

Apa yang memicu PTSD untuk berkembang?

Acara yang memicu PTSD adalah:

  • Sesuatu yang terjadi dalam kehidupan seseorang.

  • Sesuatu yang terjadi dalam kehidupan seseorang yang dekat dengannya.

  • Sesuatu yang disaksikan orang

Contohnya meliputi:

  • Kecelakaan serius (seperti kecelakaan mobil atau kereta api)

  • Bencana alam (seperti banjir atau gempa bumi)

  • Tragedi buatan manusia (seperti pemboman, kecelakaan pesawat)

  • Serangan pribadi yang kejam (seperti perampokan, pemerkosaan, penyiksaan, penahanan, atau penculikan)

  • Pertempuran militer

  • Pelecehan di masa kecil

Karakteristik PTSD:

Orang dengan pengalaman PTSD mengalami tekanan emosional, mental, dan fisik yang ekstrem saat menghadapi situasi yang mengingatkan mereka pada kejadian traumatis. Beberapa orang mungkin berulang kali menghidupkan kembali trauma tersebut dalam bentuk mimpi buruk dan kenangan buruk di siang hari, dan mungkin juga mengalami hal berikut:

  • Masalah tidur

  • depresi

  • Merasa terlepas atau mati rasa

  • Merasa gelisah atau "berjaga-jaga"

  • Mudah terkejut

  • Kehilangan minat pada hal-hal yang biasa mereka nikmati

  • Kesulitan merasa sayang

  • Merasa mudah marah, lebih agresif dari sebelumnya, atau bahkan kekerasan

  • Menghindari tempat atau situasi tertentu yang membawa kembali kenangan

Apa saja gejala PTSD?

Berikut ini adalah gejala PTSD yang paling umum. Namun, setiap individu mungkin mengalami gejala yang berbeda. Gejalanya bisa meliputi:

  • sifat lekas marah

  • Ledakan dahsyat

  • Kesulitan bekerja atau bersosialisasi

  • Kilas balik atau gambar yang mengganggu
    Seseorang yang memiliki kilas balik, yang bisa datang dalam bentuk gambar, suara, bau, atau perasaan, biasanya percaya bahwa kejadian traumatis itu terjadi lagi.

  • Kehilangan kontak dengan kenyataan

  • Menghidupkan kembali acara untuk periode detik atau jam atau, sangat jarang, berhari-hari

Gejala PTSD bisa menyerupai penyakit kejiwaan lainnya. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk diagnosis.

Bagaimana gangguan stres pascatrauma didiagnosis?

Tidak semua orang yang mengalami trauma mengalami PTSD, atau mengalami gejala sama sekali. PTSD hanya didiagnosis jika gejalanya berlangsung lebih dari satu bulan. Pada mereka yang memiliki PTSD, gejala biasanya dimulai dalam waktu tiga bulan setelah trauma, tapi juga bisa dimulai beberapa bulan atau tahun kemudian.

PTSD dapat terjadi pada usia berapapun, termasuk masa kanak-kanak, dan mungkin disertai oleh:

Panjang penyakitnya bervariasi. Beberapa orang pulih dalam waktu enam bulan, yang lain memiliki gejala yang bertahan lebih lama.

Pengobatan untuk PTSD:

Pengobatan khusus untuk PTSD akan ditentukan oleh dokter Anda berdasarkan:

  • Usia, kesehatan keseluruhan, dan riwayat kesehatan Anda

  • Tingkat penyakitnya

  • Toleransi Anda terhadap obat, prosedur, atau terapi tertentu

  • Harapan untuk perjalanan penyakit

  • Pendapat atau preferensi anda

Karena orang-orang dengan PTSD lebih rentan terhadap gangguan kecemasan, depresi, dan penyalahgunaan zat lainnya, pengobatan sangat penting dan mungkin termasuk:

  • Obat-obatan (misalnya, antidepresan dan / atau obat penurun kegemukan)

  • Perawatan psikologis